TINJAUAN ULANG TENTANG ATOM DAN MOLEKUL DALAM KIMIA ORGANIK
Agustus 13, 2017
Atom
dan Molekul Suatu Tinjauan Ulang
1.1 Struktur
Elektron dari Atom
Ada 4 unsur yang harus dimengerti atau dipahami diantaranaya adalah C
(carbon), H (Hidrogen), O (Oksigen) dan N (Nitrogen). Keempat unsur ini ada di
kedua periode pertama dari susunan dan elektronnya terdapat dalam dua kulit
elektron yang paling dekat dengan inti.
Setiap kulit elektron berhubungan dengan sejumlah
energi tertentu.Elektron yang dekat ke inti lebih tertarik oleh proton dalam
inti daripada elektron yang lebih jauh kedudukannya . karena itu, semakin dekat
elektron terdapat ke inti, semakin rendah energinya, dan elektron ini sukar
berpindah dalam reaksi kimia. Kulit elektron yang terdekat ke inti adalah kulit
terendah energinya, dan elektron dalam kulit ini dikatakan berada pada tingkat
energi pertama.Elektron dalam kulit kedua, yaitu pada tingkat energi kedua,
mempunyai energi yang lebih tinggi daripada elektron dalam tingkat pertama.
A.
Orbital Atom
Tiap kulit
elektron suatu atom dibagi menjadi orbital atom: orbital atom adalah bagian
dari ruang dimana kebolehjadian ditemukannya sebuah elektron dengan kadar
energi yang khas adalah tinggi (90-95%). Rapat elektron adalah istilah lain
yang digunakan untuk menggambarkan kebolehkejadian ditemukannya elektron pada
titik tertentu, rapat elektron yang lebih tinggi, berarti kebolehjadiannya
lebih tinggi, sedangkan rapat elektron yang lebih rendah berarti
kebolehjadiannya juga rendah. Kulit elektron pertama hanya mengandung orbital
bulat 1s. Kebolehjadian untuk menemukan elektron 1s adalah tertinggi dalam
bulatan ini. Kulit kedua, yang agak berjauhan dari inti daripada kulit pertama,
mengandung satu orbital 2s dan tiga orbital 2p. Orbital 2s seperti orbital 1s
adalah bulat.
B.
Pengisian Orbital
Elektron
mempunyai spin, yang dapat berputar menurut arah jarum atau berlawanan arah
jarum jam (+ ½ atau -½ ). Spin dari partikel bermuatan, menimbulkan medan
megnet kecil, atau momen magnet dan dua elektron dengan spin berlawanan
mempunyai momen magnet berlawanan. Prinsip aufbau mengatakan bahwa apabila kita
maju dari atom hidrogen (nomor atom 1) ke atom-atom dengan nomor yang lebih
tinggi , maka orbital terisi oleh elektron sedemikian rupa sehingga orbital
yang berenergi terendah terisi lebih dulu.
1.2 Jari-jari
atom dan kelektronegatifan
Jari-jari atom adalah
jarak dari pusat inti ke elektron paling luar. Jari-jari atom berubah-ubah
bergantung pada besarnya tarikan antara inti dan elektronnya. Makin besar
tarikan, makin kecil jari-jari atomnya. Faktor-faktor yang penting adalah
jumlah proton dalam inti dan jumlah kulit yang mengandung elekron.
Li Be B C N O F
Nomor atom : 3 4 5 6 7 8 9
Jari-jari atom menurun
Keelektronegatifan adalah ukuran kemampuan atom
untuk menarik elektron luarnya atau elektron valensi. Karena elektron luar dari
atom yang digunakan untuk ikatan, maka keelektronegatifan berguna dalam
meramalkan dan menerangkan kereaktifan kimia. Seperti jari-jari atom,
keelektronegatifan dipengaruhi oleh jumlah proton dalam inti dan jumlah kulit
yang mengandung elektron. Makin besar jumlah proton berarti makin besar muatan
inti positif, dan dengan demikian tarikan untuk elektron ikatan bertambah.
Karenanya, keelektonegatifan bertambah dari kiri ke kanan untuk periode
tertentu dari susunan berkala.
Li Be
B C N O F
Keelektronegatifan bertambah
1.3 Panjang
Ikatan dan sudut ikatan
Jarak yang memisahkan inti dari dua atom
yang terikat kovalen disebut panjang ikatan.
Panjang ikatan
kovalen, yang dapat ditentukan secara eksperimental, mempunyai selang harga
dari 0,74 Å sampai 2 Å. Bila ada lebih dari dua atom dalam molekul, ikatan
membentuk sudut yang disebut sudut ikatan. Sudut ikatan bervariasi dari
kira-kira 60˚ sampai 180˚.
Sudut ikatan 104,5˚ (Fessenden
& Fessenden.2005 :1-37)
1.4 Energi
Disosiasi Ikatan
Bila atom saling
terikat membentuk molekul, energi dilepaskan (biasanya sebagai kalor atau
cahaya). Jadi, untuk molekul agar terdisosiasi menjadi atom-atomnya, harus
diberikan energi. Ada dua cara ikatan dapat terdisosiasi. Salah satu adalah
karena pemaksapisahan heterolitik. Hasil pembelahan heterolitik adalah sepasang
ion. Proses lain yang memungkinkan suatu ikatan terdisosiasi adalah
pemaksapisahan homonitik, yang dihasilkan adalah atom yang secara listrik
netral atau gugus atom. Energi disosiasi (∆H) adalah banyaknya energi yang
diperlukan untuk menyebabkan pemaksapisahan homolitik dari ikatan kovalen.
Makin besar energi disosiasi ikatan berarti makin stabil ikatan tersebut.
1.5 Konsep Asam dan Basa
Asam Bronsted-Lowry
adalah zat yang dapat memberikan H+, basa Bronsted-Lowry adalah zat
yang dapat menerima H+. Kekuatan asam atau basa masing-masing
dilaporkan sebagai Ka (atau pKa) atau sebagai Kb
(atau pKb).Asam yang lebih kuat mempunyai nilai Ka yang lebih besar (dan nilai pKa
lebih kecil), basa yang lebih kuat mempunyai Kb yang lebih besar (pKa
yang lebih kecil).
Anion
[HA]
[B:]
Basa
Asam
kuat (pKa < -1) : HCl,
HNO3, H2SO4
Asam
lemah (pKb > 3) :CH3CO2H,
HCN, H2O
Basa
kuat :OH-,
OCH3-
Basa
lemah :
NH3, CH3, NH2
Menurut Bronsted-Lowry, dalam reaksi yang melibatkan transfer proton,asam adalah spesi yang
bertindak sebagai donor proton, sedangkan basa adalah spesi yang bertindak
sebagai akseptor proton.
Proton (ion H+) dalam air tidak berdiri sendiri
melainkan terikat pada molekul air karena atom O pada molekul H2O memiliki
pasangan elektron bebas yang dapat digunakan untuk berikatan kovalen koordinasi
dengan proton membentuk ion hidronium, H3O+. Persamaan reaksinya:
Teori asam-basa Bronsted-Lowry dapat diterapkan
terhadap reaksi HCl dan NH3. Dalam fasa gas, HCl dan NH3 tidak terionisasi
karena keduanya molekul kovalen yang tergolong reaksi asam basa.
Menurut Arrhenius, asam adalah
zat yang dapat melepaskan ion H+ di dalam air sehingga konsentrasi ion H+ dalam
air meningkat. Basa adalah zat yang dapat melepaskan ion OH– di dalam air
sehingga konsentrasi ion OH– dalam air meningkat.
Contoh
senyawa yang tergolong asam dan basa menurut teori Arrhenius adalah sebagai
berikut:
A. Asam: HCl,
HNO3, dan H2SO4. Senyawa ini jika dilarutkan dalam air akan terurai membentuk
ion H+ dan ion negatif sisa asam.
B. Basa: NaOH,
KOH, Ca(OH)2, dan dan Al(OH)3. Senyawa ini jika dilarutkan dalam air akan
terurai membentuk ion OH– dan ion positif Ssisa basa.
Teori asam basa Arrhenius berhasil menjelaskan
beberapa senyawa asam atau basa, tetapi teori tersebut masih memiliki
keterbatasan, di antaranya senyawa asam dan basa hanya berlaku di dalam pelarut
air, pembentukan ion H+ atau OH– adalah ciri khas asam basa. Jika dalam suatu
reaksi tidak membentuk ion H+ atau OH–, reaksi tersebut tidakdapat dikatakan
sebagai reaksi asam atau basa.
Menurut Lewis,
konsep asam dan basa secara umum mencakup reaksi oksida asam dan oksida basa,
termasuk reaksi transfer proton. Menurut Lewis, asam adalah spesi yang bertindak sebagai akseptor pasangan elektron bebas dari spesi lain
membentuk ikatan kovalen koordinasi. Basa adalah spesi yang bertindak sebagai donor pasangan elektron bebas
kepada spesi lain membentuk ikatan
kovalen koordinat.


11 komentar
bagaimana cara ikatan dapat terdisosiasi?
BalasHapusAda dua cara agar ikatan dapat terdisosiasi . satu cara adalah pemaksapisahan hetetoritik( heterilytic cleavage) (yunani ,hetero,berbeda ) dalam mana kedua elektron ikatan dipertahankan pada satu atom. Energy disosiasi ikatan memungkinkan ahli kimia untuk menghitung kesetabilan relative dari senyawa yang meramalkan (samapai taraf tertentu) sebab-sebab reaksi kimia .
HapusMisalnya satu reaksi yang akan dibahas kemudian dalam teks ini adalah khlorinasi metana CH4
CH4 +Cl2 −−−−→ CH3Cl +HCl
Eksoterm ( melepaskan energy )
Endoterm (menyerap energy)
Sebutkan contoh asam organik dan contoh basa organik beserta strukturnya?
BalasHapusContoh asam organik:
HapusAsam asetat (CH3COOH)
Asam benzoat (C6H5COOH)
Asam format (HCOOH)
Apakah basa bisa menjadi akseptor proton? Tolong jelaskan
BalasHapusBaiklah saya akan mencoba menjawab dari pertanyaan gustiawati, MENURUT BRONSTED-LOWRY bisa yaitu
HapusAsam ialah proton donor, sedangkan basa adalah proton akseptor.
Contoh:http://1.bp.blogspot.com/_9qvlb08SuSo/Sj3FirYTGJI/AAAAAAAAAC8/X30wshd3Psc/s1600-h/bownste-dlowry.gif
bisa , Menurut teori asam-basa Bronsted-Lowry,
Hapussuatu asam adalah apabila suatu senyawa yang memberikan (donor) proton H+, sedangkan basa adalah yang bertindak sebagai penerima H+ (akseptor) proton dalam suatu reaksi transfer proton.
Bagaimana cara agar molekul terdisosiasi menjadi atom?
BalasHapusBaiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari nia, Jadi, untuk molekul agar terdisosiasi menjadi atom harus diberikan energi. Ada dua cara ikatan dapat terdisosiasi. Salah satu adalah karena pemaksapisahan heterolitik. Hasil pembelahan heterolitik adalah sepasang ion. Proses lain yang memungkinkan suatu ikatan terdisosiasi adalah pemaksapisahan homonitik, yang dihasilkan adalah atom yang secara listrik netral atau gugus atom. Energi disosiasi (∆H) adalah banyaknya energi yang diperlukan untuk menyebabkan pemaksapisahan homolitik dari ikatan kovalen. Makin besar energi disosiasi ikatan berarti makin stabil ikatan tersebut.
Hapusada dua cara agar ikatan dapat terdisosiasi
Hapus· Pemaksapisahan heterolitik yaitu dimana kedua elektron ikatan diperrtahankan pada satu atom. Hasilnya adlah sepasang ion
· Pemaksapisahan homolitik, yaitu setiap atom yang turut dalam ikatan kovalen menerima satu elektron dari pasangan yang saling dibagi yang asli. Hasilnya adalah atom yang secara listrik netral atau gugus atom
· Energi disosiasi (∆H) adalah banyaknya energi yang diperlukan untuk menyebabkan pemaksapisahan homolitik dari ikatan kovalen. Makin besar energi disosiasi ikatan berarti makin stabil ikatan tersebut. (Atom dan Molekul Suatu Tinjauan Ulang: Scribd)
Assalaamu'alaikum, saya akan mencoba menjawab pertanyaan saudara aldi.
BalasHapusAda dua cara agar ikatan dapat terdisosiasi. Satu cara adalah pemaksapisahan hetetoritik( heterilytic cleavage) (yunani ,hetero,berbeda ) dalam mana kedua elektron ikatan dipertahankan pada satu atom. Energy disosiasi ikatan memungkinkan ahli kimia untuk menghitung kesetabilan relative dari senyawa yang meramalkan (samapai taraf tertentu) sebab-sebab reaksi kimia .
Misalnya satu reaksi yang akan dibahas kemudian dalam teks ini adalah khlorinasi metana CH4
CH4 +Cl 2
−−−−→ CH 3 Cl +HCl
Eksoterm ( melepaskan energy )
Endoterm (menyerap energy)