REAKSI RADIKAL BEBAS
Oktober 21, 2017RADIKAL BEBAS
Radikal bebas adalah atom atau gugus atom apa saja yang memiliki satu atau lebih elektron tak berpasanga. Karena jumlah elektron ganjil, maka tidak semua elektron dapat berpasangan. Meskipun suatu radikal bebas tidak bermuatan positif atau negatif, hal seperti ini sangat reaktif karena adanya elektron yang tidak berpasangan. Elektron tersebut disertai dengan moment magnetik Radikal bebas dapat dideteksi melalui pengukuran kepekaan magnetik, tetapi teknik ini memerlukan radikal dengan konsentrasi tinggi. Teknik yang jauh lebih penting adalah resonansi spin elektron (electron spin resonance,esr), disebut pula resonansi paramagnetik elektron (electron paramagnetic resonance,epr). Suatu radikal bebas biasanya dijumpai sebagai zat antaranya yang tidak dapat diisolasi usia pendek, sangat reaktif, dan berenergi tinggi.
Oleh karena adanya kemungkinan yang sama diberikan kepada elektron tak berpasangan untuk memiliki bilangan kuantum + ½ atau - ½ maka radikal bebas memberikan dua garis atau kelompok garis pada spektrum elektron, dan spektrum tersebut sering dinyatakan sebagai doublet.
Mekanisme reaksi radikal bebas paling tepat adalah deret reaksi bertahap :
1. Permulaan (inisiasi) : pembentukan awal radikal bebas, tahap inisiasi adalah pemaksapisahan (cleavage) homolitik molekul menjadi dua radikal bebas. Energi untuk reaksi ini diberikan oleh cahaya ultraviolet atau pemanasan campuran yang sangat tinggi.
2. Perambatan (propagasi) : reaksi dimana terbentuk radikal bebas baru, panjang rantai suatu reaksi radikal bebas bergantung pada ernergi radikal – radikal yang terlibatdalam propagasi.
3. Pengakhiran (terminasi) : berupa kopling atau memutuskan radikal bebas atau mengubah radikal bebas menjadi radikal bebas yang stabil dan tidak relatif, dapat mengakhiri daur propagasi radikal bebas.
Selama reaksi radikal bebas, terjadi raseminasi pada atom karbon kiral yang terlibat reaksi. Urutan reaktivitas H terhadap pembuatan oleh radikal bebas adalah CH4< primer < sekunder < tersier < alilik atau benzilik. Urutan reaktivitas ini diakibatkan oleh stabilitas relatif dari zat yang berbentuk radikal bebas. Dengan adanya kemungkinan resonansi maka stabilitas radikal akan meningkat. Radikal benzilik dan allilik lebih stabil daripada radikal alkil biasa tetapi keberadaanya masih sementara.Sebuah radikal bebas alkil adalah suatu spesi dalam sebuah atom karbon mengikat tiga gugus dan memiliki suatu elektron tak berpasangan, suatu karbon radikal bebas berada dalam keadaan sp2. Ketiga orbital sp2 itu planar dan elektron tak berpasangan berada dalam orbital p.
Reaksi radikal bebas lain di samping halogenasi mencakup pirolisis, suatu penguraian senyawa organik secara radikal bebas dan termal ; dan auto-oksidasi, suatu oksidasi secara radikal bebas oleh O2 yang mengakibatkan peluruhan lemak, minyak, karet, eter, dan aldehida.
Insiator radikal bebas adalah zat yang menyebabkan pembentukan radikal bebas. Contoh : cahaya dan peroksida (yang mengandung ikatan -O – O- yang mudah putus).Inhibitor radikal bebas seperti fenol, ialah zat yang membentuk radikat bebas tidak reaktif.


6 komentar
menurut pendapat saya,pada umum nya radikel bebas berperan dalam tubuh sangat merugikan,di mna radikel bebas Sebagai molekul yang tidak stabil, radikel bebas senantiasa menyerobot elektron molekul lain. Ini dapat menghancurkan bangunan dan struktur sel-sel tubuh serta mengubah ukuran dan bentuknya Kerusak sel akan merugikan kesehatan.
BalasHapusRadikel bebas yang berlebihan dapat memicu dan memperparah penyakit jantung, penyakit infeksi, tumor dan kanker, penyakit mata (seperti katarak, glaukoma), penyakit kulit (seperti alergi, dermatitis) serta mempercepat proses penuaan.jadi inti nya radikel bebas sangat merugikan bagi kesehatan.
Postingan anda bermanfaat sekali. Namun Gambada beberhal apa aingin saya tambahkan. Gambar struktur terpenting sebuah atom dalam menentukan sifat kimianya adalah jumlah elektron pada lapisan luarnya. Suatu bahan yang elektron lapisan luarnya penuh tidak akan terjadi reaksi kimia. Karena atom-atom berusaha untuk mencapai keadaan stabilitas maksimum, sebuah atom akan selalu mencoba untuk melengkapi lapisan luarnya dengan :
BalasHapusa. Menambah atau mengurangi elektron untuk mengisi maupun mengosongkan
lapisan luarnya.
b. Membagi elektron-elektronnya dengan cara bergabung bersama atom yang lain dalam rangka melegkapi lapisan luarnya.
Atom sering kali melengkapi lapisan luarnya dengan cara membagi elektron-elektron
bersama atom yang lain. Dengan membagi elektron, atom-atom tersebut bergabung bersama dan mencapai kondisi stabilitas maksimum untuk membentuk molekul. Oleh karena radikal bebas sangat reaktif, maka mempunyai spesifitas kimia yang rendah sehingga dapat bereaksi dengan berbagai molekul lain, seperti protein, lemak, karbohidrat, dan DNA.
Dalam blog anda menyebutkan bahwa jumlah elektron ganjil, maka tidak semua elektron dapat berpasangan. jelaskan kenapa hal tersebut bisa terjadi ?
BalasHapusTolong anda jelaskan apa itu inhibitor radikal bebas, dan inisiator radikal bebas, dn berikan contohnya, mengapa mereka bisa berbeda?
BalasHapussaya akan menanggapi pertanyaan saudara.
BalasHapuspada dasarnya penangkalan radikal bebas adalah dengan mereaksikannya dengan senyawa lain ataupun dengan sesama senyawa radikal agar elektron tak berpasangannya berikatan sehingga menjadi stabil dan tidak bersifat radikal kembali. contohnya dalam tubuh manusia digunakan antioksidan, yaitu substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal, protein, dan lemak. Antioksidan menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron yang dimiliki radikal bebas, dan menghambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas yang dapat menimbulkan stres oksidatif.
Dari pertanyaan diatas,saya dapat menanggapi bahwa cara menghadapi/mengurangi radikal bebas secara kimia salah satunya adalah dengan cara berikut : Senjata yang paling ampuh untuk melawan atau memperlambat kerusakan akibat radikal bebas adalah dengan ANTIOKSIDAN. Antioksidan dapat didefinisikan sebagai suatu zat yang dapat menghambat / memperlambat proses oksidasi. Oksidasi adalah jenis reaksi kimia yang melibatkan pengikatan oksigen, pelepasan hydrogen, atau pelepasan elektron. Proses oksidasi adalah peristiwa alami yang terjadi di alam dan dapat terjadi dimana-mana tak terkecuali di dalam tubuh kita.
BalasHapus